Mendengar kata orang tua, pasti kita akan melihat sesosok manusia yang tua renta, rambut sudah beruban,jalan pun sudah sempoyongan, tapi dalam tulusian ini di khususkan untuk bapak dan ibu (saya biasa memanggil mereka mamah & bapa). Kehidupan di dunia ini tak terlepas dari hukum alam, salah satu hukum alam adalah hukum kausalitas (sebab-akibat), dimana ada akibat pasti disana ada sebab, nah orang tua adalah salah satu sebab kita terlahir di dunia ini. mereka lah yang bisa membuat kita/saya bisa seperti ini, karena tanpa orang tua, mungkin kita/saya tidak akan bisa seperti sekaranga ini. Mereka bekerja tanpa lelah dan tanpa jasa sepeserpun, bekerja dengan sepenuh hati dan cinta kasih, karena orang tua adalah salah satu wakil Tuhan di muka bumi, bahkan seorang Nabi/Rasul pun tidak akan lahir tanpa adanya manusia yang kita sebut orang tua.
Memang orang tua saya bukanlah orang nomer satu di Indonesia, bukan juga seorang priyai, bukan anggota badan legislatif,yudikatif, ataupan eksekutif, bukan juga seorang saintis, bahkan bukan pula seorang nabi atau rasul, meskipun orang tua saya bukan seorang seperti di atas tapi saya sangat bangga mempunyai orang tua seperti mereka. sedikit cerita ketika masa kecil saya, dulu ketika disuruh untuk mengisi data orang tua, saya selalu minder, mengapa ? ya, ketika melihat biodata orang tua teman-teman saya, mereka menulis nama orang tuanya ada yang dia awali dengan Drs., S.Ag, BA, M.BA, dan gelar-gelar yang lain, biasanya juga dalam tulisan biodata orang tua suka ada kolom jenjang pendidikan orang tua, teman-teman saya menulis dengan bangga, lulusan sarjana, SMA.Hal iniliah yang membuat saya minder karena orang tua saya hanyalah lulusan SD dan SMP. Namun dengan berkembangnya kedewasaan, saya tidak merasa minder lagi, karena saya tahu orang tua saya, bagaimanapun mereka orang hebat, ketika orang lain mempunyai anak hanya 3,4 bahkan ada yang 1, karena ikut program pemerintah (KB), tapi orang tua saya memilki anak 11, jadi saya adalah seorang yang mempunyai 10 saudara. sekali lagi saya bangga dengan hal.
Dan di tahun 2012, meskipun orang tua saya bukan seorang lulusan sarjana, tetapi dia bisa meluluskan anak pertamanya (kakak saya) menjadi seorang sarjana komunikasi di UIN SGD Bandung,anak keduanya sedang menyelesaikan kuliahnya di UPI jurusan PGSD, anak ketiganya (saya) sedang kuliah di UIN SDG Bandung, jurusasn Hukum Tata Negara Islam, dan adik-adik saya ada yang SMA,SMP, SD dan PAUD. kebanggaanku terhadap orang tua menjadi-jadi, di kala orang lain tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi padahal anakanya cuman 2,3atau 1, tetapi orang saya bisa meskipun soerang lulusan SD dan anaknya 11 mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Mungkin itulah sepenggal kebanggaanku kepada orang tua, mungkin kawan-kawan bisa mengambil ruh positif dari kehidupan orang tua saya yang hanya lululsan SD. Pesan saya, banggalah anda dengan orang tua bagaimanapun kondisi fisik,mental, jiwa, harta mereka, karena mereka jembatan kita antara dunia ruh dan dunia materi.saya tutup tulisan ini dengan kata mutiara sunda "Indung anu ngandung Bapa anu ngayuga"