Selasa, 28 Mei 2013

Maqashid Asy-syari’ah dan Pancasila

Oleh : Muhamad Ikmal Assidiqi

Memang Indonesia bukanlah Negara yang mempunyai ideologi dari salah satu agama terutama agama islam, meskipun mayoritas rakyatnya beragama Islam, tetapi Indonesia berideologikan Pancasila dimana di dalamnya tertuang nilai-nilai universal seluruh agama ataupun kebbudayaan yang ada di Indonesia. Dari dulupun ada beberapa oraganisasi-organisasi yang mau merubah ideology Indonesia dengan ideology agama ataupun dengan ideology yang lain,  mereka bisa dikatakan golongan separtis, baik dari ekstrim kanan atupun dari ekstrem kiri, namun sampai sekarang kita bisa bersyukur bahwa pergerekan mereka bisa di hentikan melalu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Yang jadi permasalahan, terutama bagi umat islam yang ketat dalam penerapan Syariatnya, mereka hidup dalama keadaan di Negara yang notabenenya tidak berlandaskan secara utuh kepada syariat islam. Bagaimana umat islam bisa menyikapi hali itu semua?, apakah harus dengan pergerakan yang militan? Atau harus lapang dada menerima semua keadaan?. Disini saya mencoba sedikit memaparkan sikap saya dalam realita kehidupan bernegara yang tidak berideologikan islam.
Akhir-akhir ini di Indonesia, ada beberpa oraganisasi yang mirip “separatis”, namun mereka enggan disebut separatis, jadi saya menyebutnya mirip seperatis, diamana mereka ingin menegakan Syariat Islam, yang skalanya besar sekali, bukan lagi menegakkan Syariat Islam dalam Negara, tapi skalanya adalah menegakkan Syariat Islam di Dunai, dengan kepemimpinan Islam. Menurut paradigma saya, bahwa pergerakan menegakkan syariat Islam pada saat ini khususnya di Indonesia, sarat dengan dilematis, dari satu sisi umat islam di Indonesia akan merasakan kenikmatan dalam hal menjalankan syariat, dan di sisi lain rakyat Indonesia tidak seluruhnya umat Islam, bahkan beragam suku,budaya,dan agama,yang apabila ditegakkan ideology islam dalam ideology Indonesia, sarat denga konflik social, dimana hal itu harus dihindarkan karena islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Mungkin itu gambaran bagaimana realita umat islam di Negara non-islam.
Sebelum kita membahas maqashid Asy-syariah,kita artikan dulu  kata syariah itu, menurut etimologis, syariah adalah jalan yang dilalui air untuk diminum atau tangga tempat naik yang bertingkat tingkat ada juga yang mengartikan syariah adalah jalan yang lurus.jadi menurut saya, bahwa Syariat Islam jika adalah Jalan yang lurus secara Islam. Jika dilihat berarti nilia-nilai islam mempunyai bentuk yang universal, dimana ada yang namanya Maqashid Asy-syariah,atua Tujuan-tujuan Syariah, yaitu, Menjaga Agama, menjaga akal, menjaga jiwa, menjaga keturunan, dan menjaga harta kekayaan.

Jika dilahat secara umum tujuan syari’ah, mempnyai kesinergian dengan idelogi Pancasilan, dimana tujuan syariah pertama adalah menjaga agama, dan dalam pancasila, sila pertamannya adalah Ketuhanan yang Maha Esa, berarti diasana tidak ada unsur-unsur yang bertentangan dengan tujuan syariah yaitu menjaga agama, karena didalam Islam sendri secara teologis menganut ke-Esaan Tuhan, (Allah adalah Ahad ), kita lihat sila  ke-2 : kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam sila tersebut sudah sangat jelas sekali ada penekanan untuk hal-hal yang manusiawi dan berlandaskan kepada keadilan dan keberadaban, ini ada kaitannya dengan tujuan syariah tentang menjaga jiwa, keturunan, harta dan bahkan akal. Dan dalam sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia, hanya dengan bersatunya bangsa kita,dengan tidak adanya konflik-konfilk yang keras dalam bidang  social, politik,ekonomi,budaya, bahkan agama, juga dengan adanya kebersatuan masyarkat Indonesia terutam umat islam, bisa menjalankan aturan-aturan agama secara tanang. Mungkin itulah analisa saya akan kesinergian anatara Maqasid Asy-syariah dan Pancasila, disana tidak ada kontradiktif antara nilia-nilai universal agama Islam dengan Pancasila.
Jadi kalau boleh saya simpulkan bahwa sikap kita (teutama muslim) terhadapa Pancasila jangan terlalu menghakimi sendiri, dan jangan selalu mengukur kebenaran dengan subjektivitas personal atau agama, tapi ukurlah dengan nilai-nilai universalnya, bagi kita orang Indonesia nilai-nilai universal itu terkandung dalam Pancasila.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Aku bukanlah Aku jika Aku tidak berfikir. Aku manusia yang berusaha mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beri.