Minggu, 13 September 2015

LEARN TO WRITE SHORT STORY 1



KU TUNGGU KAU DI LEMBAH KESUCIAN
Oleh : Muhamad Ikmal Assidiqi

Tulisan ini tidak elok jika disebut cerpen atau karangan yang lainnya tapi saya lebih enak menyebut dengan tulisan lepas.

Berawal ketika memasuki bulan ramadhan, dimana semua orang akan merindukannya baik orang muslim ataupun non-muslim dengan berbagai alasan, baik itu dengan alasan yang bersifat materialis ataupun alasan yang bersifat spirtualis, semisal para pedagang biasanya mendapatkan keuntungan yang lebih, maupun siswa yang jam pelajarannya di kurangi, atau juga karena di bulan Ramadhan Allah membuka pintu rahmat-Nya sangat lebar, sehingga orang-orang bisa beramal baik sosial maupun ritual dengan penuh pengharapan akan diberkati oleh Allah, namun bagi saya sebuah kemalangan, karena kalaupun termasuk golongan pertama tidak bisa mendapatkan keuntungan materil, jika di golongkan kedalam golongan kedua, masih jauh usaha dan rasa malu saya untuk di berkati oleh Allah, saya teringat ucapan seorang ustadz di kampung, bahwa Nabi pernah berkata, : “merugilah orang-orang yang tidak bisa mengambil keberkahan di Bulan Ramadhan”…..

Kata-kata itupun membuat kegalauan di hati pada saat Ramadhan, namun untungnya ada setitik harapan, bahwa terdapat sebuah tradisi di Bangsa Indonesia pada saat bulan Ramadhan, namun entah siapa yang mencetuskan ide-ide seperti ini, akan tetapi tradisi ini tergantung siapa, dimana dan bagaimana tradisi tersebut berlangsung, boleh jadi berakibat negative, maupun positif, andalah yang bisa menilai sendiri hal tersebut !!… oh iya.. tradisi itu adalah buka puasa bersama.. awalnya saya menentang tradisi tersebut, karena hal itu sangat tidak bermanfaat, namun dengan berkembangnya kedewasaan berfikir, akhirnya saya bisa mengambil pelajaran dari tradisi itu… yah..Silaturrahhiim,, ikatan kasih sayang…

Mungkin dua paragraph di atas sebagai pengantar untuk judul ini. Pada pertengahan bulan ramadhan 2015 saya mendapatkan surat undangan dari kawan-kawan semasa sekolah dasar, bahwa akan di adakan buka puasa bersama di Rest Area Nagreg, dan katanya sekitar 30-an orang sudang mengkonfirmasi akan menghadiri agenda tersebut, akhirnya saya membayar iuran sebesar Rp.30.000. Sebetulnya ada rasa ketakutan untuk menghadiri acara tersebut (karena sekaligus reunian SD), biasanya pada acara semacam itu, orang-orang agaknya sering membawa kebanggaan masing-masing, namun…. apa yang bisa saya banggakan sekarang ini??, kekayaan ?? aku tidak punya….,kedudukan?? apalagi.. masih jauh.., keilmuan ?? kuliah pun saya tidak benar… tapi karena semangat silaturrahiim (ikatan kasih sayang), aku beranikan diri, jika kata tokoh Eksistensialis Perancis Jean Paul Sartre “semua yang saya pilih dalam keadaan merdeka dan beri’tikad baik itulah nilai-nilai dan kebajikan”…..

Tak terasa tanggal yang ditetapkan untuk buka bersamapun tiba, saya berangkat dengan menggunkan sepeda motor, meskipun pada waktu itu nebeng ke kawan saya..terpangpanglah nama Rest Area Nagreg, saya pun masuk di area tersebut dan banyak orang-orang yang mengadakan buka puasa bersama, selain dari rombongan kami…. Dari kejauhan terlihat lambaian tangan dari salah satu gazebo, mungkin itu tempat kami mengadakan acara buka bersama, ternyata baru beberapa orang yang datang, harap di maklum orang Indonesia jika masalah waktu, tahu sendirilah…. saya pun menyalami satu persatu kawan yang sudah ada, lalu mengikuti obrolan-obrolan ringan..

Mendekati azan maghrib kawan-kawan pun mulai berdatangan, dan saling bertegur sapa sambil menanyakan beberapa hal. Mungkin ini kebiasaan saya, jika dalam sebuah majlis, saya sering mengamati ruang yang ada (percakapan,tampilan orang, dll), bahkan sering sambil mengkritisi keadaan meskipun dalam hati (tepatnya menggerutu), akan saya uraikan sedikit gerutuan saya pada saat itu…ternyata kawan sudah banyak berubah (termasuk saya) yang dahulunya masih anak kemarin sore, sekarang sudah menjadi anak sore.. ada yang berubah jadi so ganteng,so cantik, ada yang so banyak uang,ada yang so bijak..untung ga ada yang berubah jadi soziz haha.. tetapi ada juga yang benar-benar cantik (menurut saya), dan ada juga yang benar-benar ganteng (seperti saya J…) sudahlah…jangan terlalu banyak gerutuan saya tulis disini nanti takut ghibah…

Aku sempat termenung melihat seseorang yang menurut saya banyak sekali perubahan atau memang dia tidak banyak perubahan karena dulu saya jarang memperhatikan dia, yang pasti perempuan, yang membuat saya termenung pada waktu itu,, yah… dia namanya shafa, entah datang dari mana, pikiran saya mengawang jauh keruang hampa tanpa waktu,,, akhirnya kebiasaan ketika saya merenung pun terjadi yaitu membuat sajak, jika itu bisa disebut sajak :

Oh… apakah dia benar kawanku waktu sekolah dasar ??
Pakaian mu tak sama dengan pakaian perempuan lain
Engkau menutup aurat tanpa meninggalkan nilai estetika berhijab
Sebetulnya aku malu memandangmu,
Karena ku “anggap”…engkau telah menjaga kesucian sebagai perempuan
Tapi apakah rasa ini ???
Apakah rasa cinta,suka, sayang
Atau hubb,isyq,mawaddah…
Atau hanya kekaguman semata..
Apakah rasaku sama dengan Qais ketika memandang Laila???
Arggghh…Namun saat itu aku merasa berdosa… karena telah melanggar hak mu..
Aku menatap dengan berlebihan yang belum tentu engkau rela aku tatap…
Oh…maafkanlah aku…

Dan..tawa dari kawan-kawan pada saat itu mengagetkan saya, akhirnya aku hentikan membuat sajak,,lalu aku megikuti obrolan-obrolan ringan sambil menyantap makanan buka puasa,,ahh lagi-lagi saya sempat melirik dia ketika makan, begitu tenang, tampak kewibawaan seorang perempuan, beda dengan kawan perempuan lain yang ricuh,..acara pun berakhir tanpa doa dan mengalir begitu saja.. ketika pulang dia tidak ada yang mengantar, bahwa dia bisa pulang sendiri, di kala yang lain merengek untuk di antar, semakin tambah kekaguman saya, sempat rasa sesal pada saat itu, namun apa daya…biarlah!!, dia pilih merdeka sayapun akan pilih merdeka,, tapi pada akhirnya salah satu dari kami ada yang mengantarnya….ma’a al-salamah,hanya ucapan itu yang bisa saya hantarkann…

Esok harinya………….

Kebetulan pada waktu itu, di kampung halaman ada yang mengadakan pesantren kilat untuk siswa SMP dan SD, dan saya di tugaskan sebagai tutor (saya enggan di panggil guru,terlalu berat) untuk pelajaran sejarah peradaban Islam, materi waktu itu adalah sejarah Nabi Ibrahim A.S., seperti para tutor yang lainnya saya pun bercerita tentang sejarah Ibrahim, dan ketika sampai pada kisah Siti Hajar, pada saat beliu berlari-lari dari bukit Shafa dan Marwah, mencari air untuk sang buah hati Isma’il, yang akhirnya menjadi salah satu syariat berhaji yaitu sa’i…….mendengar nama bukit Shafa, teringat peristiwa kemari sore.. jika Tuhan mencirikan orang beriman itu ketika mendengar naman-Nya akan bergetar hati, malahan saya sebaliknya mendengar nama makhlu-Nya hati bergetar…Asytaghfirullah…

Waktu..buka puasa tiba..makanan yang manis pun di dahulukan yang konon Nabi pun berbuka dengan yang manis..dan ketika mulai menyantap makanan berat,,pikiran saya pada saat itu menerawang lagi, ke relung-relung hampa, dalam kehampaan itu, saya temui dia yang sedang makan dengan berwibawa, begitu tenang, terasa sejuk bila lama di pandang,,,tak terasa makanan saya pun habis, dan beranjak ke ruang 3x4 meter (kamar)…di lanjutkan dengan membaca beberapa buku, agar bisa menghilangkan bayang-bayang dia….

Beberapa hari setelah Idul Fitri……….

Selama bulan Ramadhan hingga pasca Idul Fitri saya belum bisa menghilangkan bayang-bayang dia di dalam otak, dan selama itu pun saya tidak jadi orang merdeka karena merasa ada hal yang tidak di mengerti… ketika aku rebah di kamar, ada broadcast BBM dari dia,,yang isinya untuk meng-invite temannya, pada saat itu saya memuali obrolan, dan mewawancarai dia (tepatnya kepo jika kata remaja alay), di hari-hari yang lain pun aku mencoba memulai obrolan di BBM (BlackBarry Mesengger), dari situlah saya ketahui bahwa dia seorang santriwati pondok pesantren,, ohhh semakin tambah kekaguman saya pada dia....

Sebagi informasi… saya justru mulai jengah kepada kebanyakan mahasiswi, karena sudah tidak bisa lagi mengemban tugas sebagai seorang perempuan,yang akan menjadi ibu jika kata orang sunda tunggul rahayu (pangkalnya kasih sayang), agaknya santri sebagai solusi, tetapi boleh jadi tidak semua santri juga, bisa menjadi sosok perempuan yang saya idamkan… tapi dia agaknya lebih mirip dengan perempuan yang saya idamkan, apalagi dia cukup handal berbahasa Arab….

Di hari-hari yang lain……..

Saya lebih sering memulai obrolan, kurang lebih satu kali sehari, yaa… kalau tiga kali sehari ya minum obat, bukan ngobrol haha…, dalam obrolan itu saya mencoba untuk mendalami karakter dia, dengan beberapa bekal ilmu psikologi yang pernah saya baca.., dia orangnya ramah, handap asor kalau dalam istilah bahasa Sunda, mudah “akrab”, dan memiliki kecerdasan yang bagus, tapi dia agak malas jika disodorkan pembahasan yang berat….
   
Shafa yang artinya kesucian
Tak salah orang tua mu memberi nama yang indah
Engkau bisa mengemban tanggung jawab seorang perempuan
Menjaga kesucian…….
Di kala arus moderenisasi menghantam bangsa..
Engkau bisa memadu padankannya
Estetika berhijab tanpa meninggalkan etika syariat
Yang memancarkan keindahan….
Engkau tak perlu berlebihan dalam busana
Cukuplah menjadi diri mu sendiri
Dan budi pekerti yang luhur sebagi landasan
Karena dengan itu, kecantikan terdalam seorang perempuan akan terpancar
Maafkan aku, jika telah lancang seperti ini…
Aku hanya ingin mensyukuri nikmat Tuhan
Faa biayyi aala-I rabbikumaa tukaddibaan,,

Lagi-lagi sajak keluar begitu saja, bahkan sempat saya tulis dalam secarik kertas, namun aku lempar, dengan harapan yang utopis, bahwa dia akan membaca sajak tersebut. Dan sampai tulisan lepas ini saya buat, belum bisa melupakan bayang-banyang dia, mungkin jika kebanyakan orang sudah bukan tahapan suka lagi, tapi cinta…tapi apa makna cinta tersebut?? Banyak ilmuwan pun belum ada kesamaan ketika menjabarkan arti cinta….mungkin aku masih skeptis terhadap makna cinta…

Saya pernah membaca buku Meraih Kebahagiaan karangan Jalalludin Rakhmat, bahwa : penyebab tidak bahagianya manusia modern di karenakan dia mencari cinta dari orang lain, yang akibatnya dia harus melakukan apapun demi orang-orang yang cinta kepada dia, semisal artis rela berpakaian minim karena dia ingin di cintai fans nya, politisi rela korupsi untuk di berikan kepada konstituennya untuk meraih cinta mereka, padahal ada yang lebih baik, memberi cinta kepada orang tanpa ingin di cinta oleh orang lain.

Dari situlah paradigma saya berubah, bahwa tak elok jika berharap kepada yang nisbi, karena ketercapaian harapan pun nisbi pula,berharaplah kepada yang mutlak (Tuhan), dan mencoba memberi pengharapan (cinta) pada yang lain. Dan untuk dia seorang perempun yang menurut saya masih menjaga kesucian akan saya tunggu dia dilembah kesucian, karena saya pilih bahagia, dan bahagia itu sederhana sebarlah cinta kasih kepada seluruh umat manusia. Dan saya hanya yakin pada ucapan Tuhan : Khalaqakum min nafsin wahidatin wa khalaqa minhaa zaujaha..(An-Nisa : 1).

Ma’a al-salamah…..
Ma’a al-salamah…..
Ma’a al-salamah…..
Ma’a al-salamah….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Aku bukanlah Aku jika Aku tidak berfikir. Aku manusia yang berusaha mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beri.