Sabtu, 27 April 2013

KENAIKAN BBM = KENAIKAN PERMASALAHAN DI INDONESIA


Oleh : Muhammad Ikmal Assidiqi
            Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu sumber kehidupan manusia, pada era globalisasi ini,kedudukan BBM sebagai sumber kebutuhan hidup manusai, hampir menyamai kedudukan air, dimana semua orang sangat membutuhkan yang namanya BBM, bisa untuk transportasi, bisnis,pembangkit tenaga, dan banyak lagi manfaat lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Seperti yang kita ketahui, pada umunya tiap tahun ataupun tiap periode,BBM terutama di Indonesia, harga BBM terus melonjak. Ya, Entah apa penyebabnya ? yang pasti akibatnya sangat fatal di berbgai sector di Indonesia. Menurut isu-isu yang berkembang di media-media Indonesia, baik itu media elektronik, Media Cetak ataupun media-media massa lainnya, bahwa BBM pada akhir bulan April ini atau awal bulan Mei akan terjadi kenaikan BBM di Indonesia, dengan melakukan beberpa sistem pembelian di tiap-tipa pom bensin, ada BBM yang khusus untuk kendaraan yang bersubsidi dan ada juga BBM untuk kendaraan yang non-subsidi.
            JIka dilihat dari berbagai sudut pandang, kenaikan BBM ada sisi postif dan ada sisi negatifnya. Jika dari segi ekonomi, kenaikan BBM ada baiknya bagi pengeluaran belanja Negara, dimana pemerintah tidak perlu morogoh kocek yang dalam untuk mensubsidi BBM bagi masyarakat Indonesia, namun sisi buruknya akan terjadi kenaikan harga di berbgai sector, baik pertanian, industry, perdagangan, dan sebagainya, yang berakibat buruk terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Apabila hal buruknya terjadi, jika dilihat dari kacamata social, dalam artian mengalami kemunduran kualitas hidup masyarkat, disana rentan sekali terjadi konflik, sebagai contoh, pencurian,mutilasi,human traficing,dan pembunuhan semakin meningkat di Indonesia, padahal kasusu-kasus tersebut belum terjadi kenaikan BBM, apalagi bila terjadi kenaikan BBM, entah apa yang akan terjadi, hanya waktulah yang akan menjawab. Dan kenaikan BBM juga akan merembet ke kancah perpolitikan di Inodnesia. Ketika masyarakat mengalami kemunduran secara financial, mereka akan gampang terpengaruhi oleh orang lain terutama dengan materi (Uang). Nah, Indonesia pada tahun 2014 akan melaksanakan pesta demokrasi, yaitu pemilu 2014, dimana partai-partai politik dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan calon yang akan di usung oleh partai mereka baik di badan legislative,yudikatif atupaun ekskutif. Yang ditakutkan ketika masa kampanye para politisi dan partai politik menggunakan kesempatan ini, dengan cara politik yang busuk, yang pasti karena masyarkat Indonesia semakin turun eknomonya, boleh jadi cara yang paling jitu adalah dengan “money politic”, hal ini akan sangat menambah citra jelek bagi tata politik di Indonsia, dan keprustasian masyarkat kepada para praktisi politik,jika kancah perpolitik di Indonesia buruk sudah pasti Negara Indonesia pun akan semakini buruk.
            Jadi, boleh saya sarankan jika kenaikan BBM menurut ahli tata ekonomi Negara adalah cara yang  paling baik, apakah di Indonesia tidak ada lagi orang-orang yang ahli di bidang ekonomi,mungkin saja mereka bisa memberi solusi yang paling baik selain menaikkan BBM, yang bila dilakukan (kenaika BBM) sangat fatal sekali akibatnya bagi kehidupan masyarkat di Indonesia.
            

Selasa, 23 April 2013

UJIAN NASIONAL : DILEMA PENDIDIKAN INDONESIA


Oleh : Muhammad Ikmal Assidiqi
            Fenomena Ujian Nasional akhir-akhir ini mendapat guncangan yang berskala besar di mulai birokrasi sampai distribusi terdapat masalah yang sangat serius. Para siswa dan tenaga pendidikan mendapat penetrasi sangat keras dimana kinerja KEMENDIKBUD bekerja dengan tidak profesional, diantaranya distribusi soal-soal ujian yang tidak merata, apalagi kepelosok tanah air yang berakibat di undurnya pelaksanaan Ujian Nasional, juga dalam kualitas kerjas lembar jawaban komputer yang jelek sehingga gampang sobek,
            Memang dari awal diadaknnya program Ujian Nasionl, hal itu selalu bermaslah atau tidak berjalan dengan semestinya, dan yang lebih parahnya lagi kinerja KEMENDIKBUD tiap tahun bukannya lebih baik, malah lebih lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Entah apa penyebabnya, yang terjadi adalah bermunculan masalah-masalah di bidang pendidikan, yang jadi korbannya adalah tenaga kependidikan (guru) dan siswa, akhirnya yang muncul prustasi dan dilema. Satu sisi di selenggarakannya Ujian Nasional sarana untuk standarisasi pendidikan Indonesia di mata dunia, dan di sisi lain di selenggarakannya Ujian Nasional seperti membuat lingkaran “setan” dalam dunia pendidikan dimana lagi-lagi guru dan siswa yang jadi korban dan tidak bisa keluar dari lingkaran tersebut, ya lingkaran “setan” tersebut sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Indonesia.
            Dari Gambaran di atas, muncullah pertanyaan-pertanyaan, apakah ujian nasional harus terus dilaksanakan?, dan siapa yang bertanggung jawab atas kebobrokan di dunia pendidikan?. Jika menurut emosianal saya ujian nasional harus di tiadakan, karena yang saya rasakan ujian nasional hanya mencetak generasi masa depan bangsa yang bodoh,tidak adanya rasa percaya diri, tidak jujur. Namun jika di kaji secar ilmiah kita hurus melihat dulu sisi positf dan negatifnya dengan diselenggarakannya Ujian Nasiaonal tersebut.
            Menurut hemat saya, semua kehidupan di dunia ini pasti ada sisi positif atau negatifnya, misalkan sisi positifnya UN : standarisasi nilai akhir siswa, membuat para siswa lebih giat belajar (bagi yang giat). Dan dari sisi negatifnya UN : Ujian Nasional jadi patokan kelulusan yang membuat para  siswa menerim goncangan psikologis.
            Kemudain siapa yang harus bertanggung jawab, sudah pasti kebanyakan masyarakat Indonesia akan menyahkan instansi pemertintahan yang mengurus bagian pendidikan, namun apalah arti mencari kambing hitam, kita hanya perlu berinstropeksi diri saja dan dibarengi kesadaran yang akan menimbulkan ketengan yang cukup berpengaruh.
            Jadi, menurut saya, kita harus menggabungkan kedua sisi, agar kondisi UN bisa stabil, juga supaya para birokrat dan tenaga pendidikan, supayan UN harus tetap ada sebagi standarisi, namun saya hanya memberi pendapat bahwasanya Ujian Nasionla jangan di jadikan standarisasi kelulusan, biar sekolah masing-masing saja membuat keputusan  lulus atau tidaknya, dikarenakan para guru lebih insten dan lebih mengatahui keadaan dan sifat masing-masing

Sabtu, 20 April 2013

EYANG SUBUR : PENGUAT DAN PENGALIHAN ISU POLITIK

 oleh : Muhamad Ikmal Assidiqi

Nama Eyang Subur sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita, dan beritanya sangatmencuat sangat cepat sekali seperti kecepatan cahaya, di media-media masa  Indonesia. memang, hal ini adalah sebuah fenomenasosial  di masyarakat Indonesia yang padaumumnya sangat percaya kepada hal-hal mistik atau non-materi.Eyang subur munculdi kala ada isu-isu miring terhadap kinerja pemerintah.

analisa saya dalam hal penguat isu politik,Eyang subur (dengan keahliannya di dalam bidang kegaiban) muncul pada saat  RUU KUHP dukun santet, mau tidak mau ketikamasyarakat sudah mengetahui adanya RUU KUHP dukun santet dan melihat kasuseyang subur, akan terjadi konsensus masyarakat terhadap RUU KUHP yang akanberpengaruh kepada kelancaran di sahkannya RUU KUHP dukun santet tersebut.

Dananalisa saya dalam hal pengalihan isu politik, perlu kita ketahui dalam badan legislatifeterdiri dari banyak parpol dengan berbagai kepentingan mereka. setelah isu RUUKUHP dukun santet  mulai menurun, muncul  RUU Ormas, yang sangat menimbulkan kontra ditubuh para akifis ormas dan hal itu sangat berpengaruh terhadap kelancaran disahknnya RUU Ormas. yang sudah kita ketahui sekarang, kasus Eyang subur didalam media masa Indonesia makin menjadi-menjadi. kemungkinan besar di sini ada“permainan” para politisi untuk meredam masyarakat  akan kontranya terhadap RUU ormas.jadimasyarakat dialihkan beritanya dari RUU ormas kepada kasus Eyang subur yangsudah saya sebutkan di atas akan berpengaruh terhadap kelancaran pengesahan RUUdukun santet.

Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Aku bukanlah Aku jika Aku tidak berfikir. Aku manusia yang berusaha mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beri.