Oleh : Muhammad Ikmal Assidiqi
Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan
salah satu sumber kehidupan manusia, pada era globalisasi ini,kedudukan BBM
sebagai sumber kebutuhan hidup manusai, hampir menyamai kedudukan air, dimana
semua orang sangat membutuhkan yang namanya BBM, bisa untuk transportasi,
bisnis,pembangkit tenaga, dan banyak lagi manfaat lainnya yang tidak mungkin
saya sebutkan satu persatu. Seperti yang kita ketahui, pada umunya tiap tahun
ataupun tiap periode,BBM terutama di Indonesia, harga BBM terus melonjak. Ya,
Entah apa penyebabnya ? yang pasti akibatnya sangat fatal di berbgai sector di
Indonesia. Menurut isu-isu yang berkembang di media-media Indonesia, baik itu
media elektronik, Media Cetak ataupun media-media massa lainnya, bahwa BBM pada
akhir bulan April ini atau awal bulan Mei akan terjadi kenaikan BBM di
Indonesia, dengan melakukan beberpa sistem pembelian di tiap-tipa pom bensin,
ada BBM yang khusus untuk kendaraan yang bersubsidi dan ada juga BBM untuk
kendaraan yang non-subsidi.
JIka dilihat dari berbagai sudut
pandang, kenaikan BBM ada sisi postif dan ada sisi negatifnya. Jika dari segi
ekonomi, kenaikan BBM ada baiknya bagi pengeluaran belanja Negara, dimana
pemerintah tidak perlu morogoh kocek yang dalam untuk mensubsidi BBM bagi
masyarakat Indonesia, namun sisi buruknya akan terjadi kenaikan harga di
berbgai sector, baik pertanian, industry, perdagangan, dan sebagainya, yang
berakibat buruk terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Apabila hal buruknya
terjadi, jika dilihat dari kacamata social, dalam artian mengalami kemunduran
kualitas hidup masyarkat, disana rentan sekali terjadi konflik, sebagai contoh,
pencurian,mutilasi,human traficing,dan pembunuhan semakin meningkat di Indonesia,
padahal kasusu-kasus tersebut belum terjadi kenaikan BBM, apalagi bila terjadi
kenaikan BBM, entah apa yang akan terjadi, hanya waktulah yang akan menjawab.
Dan kenaikan BBM juga akan merembet ke kancah perpolitikan di Inodnesia. Ketika
masyarakat mengalami kemunduran secara financial, mereka akan gampang
terpengaruhi oleh orang lain terutama dengan materi (Uang). Nah, Indonesia pada
tahun 2014 akan melaksanakan pesta demokrasi, yaitu pemilu 2014, dimana
partai-partai politik dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan calon yang akan
di usung oleh partai mereka baik di badan legislative,yudikatif atupaun
ekskutif. Yang ditakutkan ketika masa kampanye para politisi dan partai politik
menggunakan kesempatan ini, dengan cara politik yang busuk, yang pasti karena
masyarkat Indonesia semakin turun eknomonya, boleh jadi cara yang paling jitu
adalah dengan “money politic”, hal ini akan sangat menambah citra jelek bagi
tata politik di Indonsia, dan keprustasian masyarkat kepada para praktisi
politik,jika kancah perpolitik di Indonesia buruk sudah pasti Negara Indonesia
pun akan semakini buruk.
Jadi, boleh saya sarankan jika
kenaikan BBM menurut ahli tata ekonomi Negara adalah cara yang paling baik, apakah di Indonesia tidak ada
lagi orang-orang yang ahli di bidang ekonomi,mungkin saja mereka bisa memberi
solusi yang paling baik selain menaikkan BBM, yang bila dilakukan (kenaika BBM)
sangat fatal sekali akibatnya bagi kehidupan masyarkat di Indonesia.