Jumat, 29 Juli 2016

Jadi Patani

Sudah tiga hari ini, aku mencoba mendalami narasi petani, dari mulai bangun hingga tidur. Sebuah kegiatan yang memerlukan kesabaran juga keuletan. Fenomenolgis menjadi kacamata ku saat ini. Betapa beratnya jadi petani, aku sempat berasumsi, bahwa petani hanya berat secara fisik saja, tapi tidak setelah tiga hari ini, aku pastikan, petanipun berat dalam kerja otak (berpikir).

Di sela-sela cangkulan tanah, dia memikirkan istri dan anaknya, apakah mereka bisa makan atau tidak ?, bisakah anaknya pendapat pendidikan yang layak ?, yang paling penting, sudahkah dia menjaga diri dan keluarganya, dari jilatan api neraka kelak ?. Dan aku pastikan lagi, tidak hanya itu yang dipikirkan oleh petani, terlalu kompleks bila di tuturkan.

Dengan uletnya petani menanam bibit, yang belum tentu bisa di panen, tapi dengan yakin dan sabar ,petani terus saja mencangkul, karena dengan itu, rahmat Tuhan akan tertuai.

Dari petani aku banyak belajar, siapa yang menanam maka ia yang akan menuai, itulah prinsip dasarnya. Hidup ini tak selamanya seperti makan cabe, saat itu di gigit, saat itu pula akibatnya terasa. Dari petani aku belajar pengetahuan tentang indahnya penantian. Menanti tak selamanya membosankan, justru di sela-sela penantian itu, banyak persiapan untuk berjumpa di hari yang dinanti. Bukankah kita menanti hari-hari yang indah ? Belajarlah pada petani.

Jumat, 01 Juli 2016

SIAPAKAH DIA

Siapakah dia ??...
Yang terus bermuka masam
Orang-orang memandang...
Tak sedikitpun ramah-tamah
Orang-orang mendekat..
Dia lari sekencang-kencangnya
Tak ada sapaan...bahkan senyuman...
Senyum sekali...tak terasa dihati

Oh siapakah dia...??
Aku penasaran...

Mengenai Saya

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Aku bukanlah Aku jika Aku tidak berfikir. Aku manusia yang berusaha mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beri.